Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Ikuti Aturan dan Juknis Akan Meminimalisir Temuan

Ikuti Aturan dan Juknis Akan Meminimalisir Temuan
Robertus Riyanto Auditor Utama di Itjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat pemberian materi Rakornas PAUD dan Dikmas Regional I Wilayah Timur, selain menyampaikan materi, Robert meminta testimoni dari Kepala BP PAUD dan Dikmas Jawa Timur, Dadan Supriatna yang telah meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian PAN dan RB, Selasa (13/2)

14 Februari 2018 02:03:06

Mataram, PAUD dan Dikmas - Pembangunan ekonomi akan berjalan lancar jika disertai dengan administrasi yang baik dalam pengelolaan keuangan negara. Pengelolaan keuangan tersebut dilakukan atas dasar akuntabilitas, transparan dan bertanggung jawab. “Berbagai undang-undang dan peraturan pemerintah, serta aturan dan juknis telah ditetapkan dalam pengelolaan keuangan negara. Kita tinggal ikuti aturan dan juknis, maka tidak mungkin ada temuan dan pasti bermanfaat bagi rakyat,“ ujar Robertus Riyanto Auditor Utama di Itjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat pemberian materi Rakornas PAUD dan Dikmas regional I wilayah Timur, Selasa (13/2)

Menurut Robert biasa disapa, melalui kegiatan ini maka secara konkret, sistematis dan berkelanjutan, seluruh unit layanan yang ada di instansi pemerintah dapat memberikan layanan yang berkualitas dan bersih dari KKN.

“Kalau mau tidurnya nyaman ikuti aturan yang ada. Kongkretnya sekarang sudah banyak lembaga yang mengawasi dan mencegah korupsi. Untuk mencegah Tipikor, Itjen pun menelaah dan mengaudit pelaksanaan RKKAL dan Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Jadi berbuatlah yang terbaik karena, mencegah Tipikor itu dimulai dari diri sendiri dan dinilai oleh orang lain,” ujarnya.

Robert pun berpesan agar dalam menangani keuangan hendaklah membuat laporan secara rutin berdasarkan waktu penggunaan anggaran, bukan seperti Bandung Bondowoso yang mengerjakan sesuatu dalam semalam. Menyusun dan mengelola rencana kegiatan dan penggunaan anggaran, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan jangan sampai menggunakan dana talangan, dalam artian uang belum ada tetapi melaksanakan suatu kegiatan dengan cara mencari hutang.

“Apalagi mencari uang dengan meminjam keuangan kepada rekanan atau lembaga dengan janji akan ada imbal balik. Selain itu, jangan pernah memberikan sesuatu atau suvenir kepada auditor atau pemeriksa. Karena nantinya yang terkena sanksi bukan saja pemeriksa/auditor tetapi juga si pemberi,“ paparnya.

Selain menyampaikan materi, Robert meminta testimoni dari Kepala BP PAUD dan Dikmas Jawa Timur yang telah meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Negara PAN dan RB. “Penilaian dan apresiasi WBK tersebut tidak ada campur tangan dari internal. Tetapi murni penilaian Sucofindo dan Ombudsman, serta komitmen warga balai untuk menjadikan wilayah bebas korupsi, seluruh unit kerja pelayanan yang berpredikat WBK dan WBBM secara resmi akan menjadi contoh bagi unit kerja lainya," ujarnya.

Sementara itu, Dadan Supriatna sebagai Kepala BP PAUD dan Dikmas mengatakan, penghargaan WBK itu merupakan perjuangan dan komitmen seluruh warga Balai dalam menciptakan lembaga yang bebas korupsi. Kendati telah meraih predikat WBK, Dadan mengatakan, tugas belum selesai. Sebaliknya, Balai harus menunjukkan kapasitas lembaga peraih WBK dengan penerapan di lapangan dalam bentuk pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mitra strategis Balai.

Seperti diketahui, pada tahun 2017 lalu BP PAUD dan Dikmas Jawa Timur adalah salah satu dari 485 lembaga yang dinilai Kementerian PAN-RB untuk mendapatkan predikat WBK dan BBM. Hasilnya, sebanyak 77 unit kerja pelayanan ditetapkan sebagai WBK dan enam unit kerja pelayanan sebagai WBBM.

(RN/DV/MHF/Tim Warta/KS)

Semua Berita