Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Bekali Usia Produktif, Keahlian

Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Bekali Usia Produktif, Keahlian
Direktur Binsuslat, Yusuf Muhyiddin (pertama dari kanan) sedang menandatangani Kontrak Kerja dengan Dirjen PAUD dan Dikmas pada Rakornas Pelaksanaan Kebijakan dan Program Tahun 2018, di Mataram, NTB, (13/2).

14 Februari 2018 13:57:25

Mataram, PAUD dan Dikmas - Guna meningkatkan kemampuan kalangan pemuda atau usia produktif. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mencari pekerjaan di era milenial ini memang susah. Lapangan kerja yang sempit dan adanya pasar bebas membuat generasi masa kini sulit menemukan pekerjaan. Ini menjadi tantangan bagi Direktoran Pembinaan Kursus dan Pelatihan untuk mengembangkan berbagai pelatihan keahlian dan kompetensi yang sesuai tuntutan zaman.


Hal ini juga sebagai implementasi Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK yakni meningkatkan kualitas hidup manusia dan meningkatkan produktifitas dan daya saing di pasar internasional. Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kemendikbud, Yusuf Muhyidin, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya membuat program dan standar kompetensi keahlian bagi kalangan muda atau usia produktif sebagai bekal bagi kehidupannya untuk mengurangi angka pengangguran dan menghindari loose generation.


Yusuf mengaku bahwa direktorat yang dipimpinnya sudah membuat standar keahlian dan kompetensi sebanyak 72 macam keahlian. Dan akan terus mengembangkan standar kompetensi sesuai kebutuhan zaman. “Keahlian dan kursus itu selalu berubah dan berkembang. Kami akan terus ikuti kebutuhan zaman untuk mempersiapkan anak-anak muda dalam menghadapi persaingan global.


Salah satu contoh kami kembangkan standar pelatihan pertukangan, plumbing, perancah (scaffolding) dan mekanik alat berat, sebagai jawaban atas kebutuhan zaman di mana Presiden Jokowi tengah menggalakan pembangunan infrastruktur,“ papar Yusuf di depan peserta Rakornas PAUD dan Dikmas 2018 di Mataram, NTB, Selasa (13/2).


Selain mengembangkan Standar dan Kurikulum Kompetensi berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan yang berada di bawah Ditjen PAUD dan Dikmas juga mengembangkan Standar Penilaian atau Uji Kompetensi melalui Sertifikasi Kompetensi. Menurut Yusuf, hal ini sesuai UU No.20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 61, PP No.19 tahun 2005 tentang SNP dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 70 tahun 2008. “Kami telah membentuk 37 Lembaga Sertifikasi Kompetensi sebagai tempat menguji peserta kursus dan pelatihan sehingga diakui kompetensinya,“ ungkap Yusuf.


Yusuf juga menghimbau agar setiap daerah mampu mengembangkan dan membina Lembaga Kursus dan Pelatihan sehingga mampu membekali anak-anak usia produktif mandiri dan dapat menghadapi kehidupannya kelak. (RN/DV/MHF/Tim Warta)

Semua Berita