Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

TMMD Meningkatkan Pendidikan Karakter dan Jiwa Nasionalisme

TMMD Meningkatkan Pendidikan Karakter dan Jiwa Nasionalisme

13 Maret 2018 15:10:18

Jakarta, PAUD dan Dikmas - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono menegaskan bahwa TMMD bukan hanya melaksanakan pembangunan fisik, tapi melaksanakan pembangunan nonfisik. Salah satunya meningkatkan pendidikan karakter dan jiwa nasionalisme masyarakat.
"Untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia maka beberapa kegiatan TMMD juga diarahkan pada sektor pendidikan. Kami pertajam dalam pembentukan karakter bangsa. Hal ini sangat penting sekali, karena bangsa kita harus siap menghadapi arus globalisasi yang tidak bisa dihindari," ujar KASAD Mulyono di hadapan peserta Rakornis TMMD ke-101 tahun 2018, Jakarta, Selasa (13/3).
Kegiatan sektor pendidikan itu, baik dalam rangka mendukung kelancaran penyelenggaraan pendidikan maupun meningkatkan kekebalan atau imunitas kepada generasi muda terhadap dampak globalisasi dan perang proksi. Mulyono memaparkan bahwa kajian Lemhanas menyebutkan bahwa Negara Indonesia dalam kondisi rentan. Akibat arus globalisasi dan mulai pudarnya nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
"Menangkal dari berbagai ancaman bangsa. Tingkat kerentanan negara kita dalam kondisi waspada. Sehingga membutuhkan penguatan karakter. Kita membentengi dengan nilai-nilai luhur, kita wariskan kembali. Satu sisi kita ikut arus globalisasi, tetapi tidak meninggalkan karakter dan nilai-nilai luhur bangsa kita," ungkap Mulyono.
Agar pelaksanaan program TMMD Ke-101 TA 2018 dapat berjalan dengan baik, pada Rakornis TMMD dengan tema "TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa" ini, peserta akan dibekali materi dari beberapa narasumber, antara lain Irjen Kemendikbud RI, Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, dan perwakilan Mabes Polri.
Pelaksanaan TMMD Ke-101 TA 2018 selama 30 hari, dimulai pada 28 Maret sampai dengan 26 April 2018 di 50 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Jumlah personel yang terlibat sekitar 7.500 orang terdiri atas unsur TNI/Polri, Kementerian/LPNK,Pemda, dan masyarakat.(Tim Warta/KS)

Semua Berita