Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Empat Fokus Penyelenggaraan PAUD

Empat Fokus Penyelenggaraan PAUD
Ada empat hal yang menjadi fokus Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Informal dan nonformal (Ditjen PAUDNI) dalam menyelenggarakan pendidikan anak usia dini. Yakni penataan lembaga PAUD, pendidik, kurikulum pembelajaran PAUD, dan pembiasaan budaya antri dan bersih.

13 Juni 2012 00:00:00

Ada empat hal yang menjadi fokus Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Informal dan nonformal (Ditjen PAUDNI) dalam menyelenggarakan pendidikan anak usia dini. Yakni penataan lembaga PAUD, pendidik, kurikulum pembelajaran PAUD, dan pembiasaan budaya antri dan bersih.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi pada pembukaan Rapat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dengan organisasi mitra tadi malam, di Hotel Sahit Jaya Jakarta.

Menurut Prof. Reni Akbar Hawadi, sapaan akrab Dirjen PAUDNI yang baru empat bulan dilantik itu, penataan institusi lembaga PAUD. Lembaga PAUD harus memiliki fasilitas dan layanan yang baik. Untuk mengembangkan lembaga PAUD tersebut, salah satu caranya adalah melalui kerjasama dengan lembaga keagamaan dan organsasi masyarakat.

Selain itu, ada persoalan mendasar penyelenggaraan PAUD, yaitu guru, pembimbing, dan pendamping. Mereka harus dibekali pendidikan yang lebih tinggi, termasuk ikut pada pelatihan-pelatihan,” tambah Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.

Masalah lain, katanya, di depan 200 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota IGTKI, Himpaudi, Muslimat NU, Aisyiah, dan Tim PKK ini adalah kurikulum pembelajaran PAUD.

Reni juga menekankan pentingnya menanamkan budaya antri dan bersih mulai usia dini. “Pesan ini dari Bapak Presiden SBY bagus sekali karena hal ini merupakan persoalan kita sejak lama,” katanya.

Untuk itu, tambah Reni, pemerintah dan organisasi mitra perlu duduk bersama untuk mencari jalan agar persoalan tersebut bisa diatasi. “Apalagi harapan kita bahwa pada masa mendatang setiap desa kita harus punya lembaga PAUD. Organisasi mitra harusnya ikut melakukan pemetaan,” jelasnya.

Sementara itu, pada kegiatan yang sama, Direktur Pembinaan PAUD Dr. Erman Syamsudin menjelaskan Rapat Koordinasi yang berlangsung setiap tahun ini, dilaksanakan dengan tujuan mencari persamaan pandangan terhadap perkembangan PAUD di tanah air. “Di sini kita akan mencari jalan keluar bagaimana meningkatkan mutu dan mengejar APK tersebut. (Sugito/HK)

Semua Berita