Ditjen PAUD-Dikmas

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Indonesia Kekurangan 15.000 PAUD

Indonesia Kekurangan 15.000 PAUD
Dirjen PAUDNI Prof. Lydia Freyani Hawadi, P.Si turun tangan langsung menilik para peserta ortek di Purwokerto. Mereka secara bersama-sama mengisi tes kompetensi dan kecakapan.

12 Juni 2012 00:00:00

PURWOKERTO. Indonesia masih kekurangan 15.000 PAUD, menyusul target angka partisipasi kasar (APK) PAUD pada 2014 mendatang yang ditargetkan mencapai 75 persen. Sementara saat ini APK PAUD baru mencapai 34 persen.

“Jadi, masih perlu kerja keras lagi untuk mencapai target tersebut. Karena itu, kita terus mendorong pemerintah daerah, khususnya bupati dan walikota untuk mempercepat paudisasi tiap desa satu PAUD,” tegas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Lydia Freyani Hawadi saat berkunjung ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Banyumas, Senin (11/6).

Menurut dia, kalau pemerintah memiliki kepedulian untuk menargetkan satu desa satu PAUD, maka pada 2014 mendatang target pembangunan satu desa satu PAUD akan tercapai. Untuk mendorong pemda melakukan paudisasi, tahun 2012 ini Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal mengalokasikan aggaran sebesar Rp3,1 triliun.

“Tahun depan, kami meminta alokasi tambahan anggaran dari Rp3,1 triliun menjadi Rp7 triliun. Penambahan anggaran tersebut diharapkan dapat untuk membangun PAUD di seluruh desa.
Kami optimistis, jika anggaran mencapai Rp7 triliun, maka 15 ribu PAUD sampai tahun 2014 bakal terbangun. Jadi pada tahun 2013 akan dibangun 7.500 unit dan jumlah yang sama akan dibangun pada 2014,” kata dia.

Reni, sapaan akrab Lydia Freyani Hawadi, mengharapkan, setiap unit PAUD bakal mendapat alokasi anggaran sebesar Rp35 juta yang digunakan untuk pengadaan gedung dan sumber daya manusia. Alokasi dana bagi para pengajar PAUD dan taman kanak-kanak (TK) masih banyak yang belum sesuai standar.

“Satu orang pengajar PAUD dan TK selama setahun dengan nominal Rp1,5 juta baru terjangkau 25 persen. “Inilah yang nantinya kami garap juga,” katanya. (Mulia/HK)

Semua Berita