Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Pengelola Rumah Pintar Akan Mendapat Pelatihan

Pengelola Rumah Pintar Akan Mendapat Pelatihan
Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, didampingi pengelola Rumah Pintar di Kabupaten Entikong, saat mengunjungi lembaga tersebut, akhir tahun lalu. Tahun ini, Ditjen PAUDNI berencana memberikan pelatihan kepada para pengelola rumah pintar. Dirjen PAUDNI (duduk paling kiri) berfoto bersama pengelola Rumah Pintar di Entikong, (9/11). Tahun ini Ditjen PAUDNI berencana memberikan pelatihan kepada para pengelola Rumah Pintar. (dok. Yohan Rubiyantoro/HK)

12 Januari 2013 00:00:00

JAKARTA. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog meminta agar Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat memberikan pelatihan kepada para pengelola Rumah Pintar. Penyebaran lokasi satuan pendidikan nonformal sejenis tersebut juga harus ditata sesuai enam koridor ekonomi.

“Saya ingin melihat kegiatan di Rumah Pintar dilaksanakan berkesinambungan. Jangan sampai saat diresmikan bagus, tetapi lama kelamaan sepi,” ucap Dirjen saat memimpin rapat bersama pejabat di lingkungan Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, (10/1).

Oleh karena itu, Dirjen meminta agar Direktorat mengalokasikan anggaran untuk melatih para pengelola rumah pintar, termasuk dengan tutornya. Pelatihan tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi, agar mereka lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola rumah pintar.

Pengelola rumah pintar berasal dari organisasi mitra Ditjen PAUDNI, antara lain Dharma Wanita, Persit Kartika Chandra Kirana, PKK, dan organisasi lainnya. Hingga akhir 2012, pemerintah telah membangun 295 rumah pintar yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Rumah Pintar berawal dari pemikiran Ibu Negara Ani Yudhoyono untuk turut berperan dalam menyejahterakan bangsa. Bersama Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB),  wanita yang juga merupakan Bunda PAUD nasional tersebut menggagas program Indonesia Pintar, yang salah satunya adalah Rumpin.

Rumpin sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dapat mewadahi berbagai kegiatan dimulai dari pendidikan anak usia dini, remaja, kaum perempuan juga kelompok lanjut usia. Diharapkan melalui rumah pintar terbangun masyarakat cerdas, inovatif, kreatif, mandiri yang sejahtera.

Rumah Pintar memiliki minimal lima buah sentra kegiatan, yakni sentra buku, sentra bermain, sentra komputer, sentra panggung, sentra kriya. Dirjen PAUDNI berharap agar program Rumah Pintar ini dapat bersinergi dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. (Yohan Rubiyantoro/HK)

Semua Berita