Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Jadikan Film Sebagai Media Pembelajaran PAUD

Jadikan Film Sebagai Media Pembelajaran PAUD
JAKARTA. Jumlah film Indonesia yang mengupas tentang anak-anak masih sangat minim. Padahal media tersebut cukup ampuh dalam menyampaikan pesan-pesan pendidikan karakter sejak usia dini.

11 Desember 2012 00:00:00

JAKARTA. Jumlah film Indonesia yang mengupas tentang anak-anak masih sangat minim. Padahal media tersebut cukup ampuh dalam menyampaikan pesan-pesan pendidikan karakter sejak usia dini. Oleh karena itu, para pegiat perfilman perlu membuat lebih banyak lagi film anak yang menginspirasi dan dapat menjadi media pembelajaran PAUD.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog mengungkapkan masyarakat haus sajian film bermutu yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. “Jumlah film yang layak dijadikan tontonan untuk anak-anak masih kurang banyak,” ucapnya pada Pembukaan Festival dan Diskusi Film Anak, akhir pekan lalu.

Padahal, lanjut Reni Akbar Hawadi, sapaan Dirjen PAUDNI, kita dapat memasukkan pesan-pesan pendidikan karakter dalam film. Langkah ini menurutnya dapat menjadi media pembelajaran yang sangat efektif. Efeknya lebih dalam dibandingkan dengan media pembelajaran yang lain.

Reni menyebutkan beberapa judul film yang sangat menggugah dan mengisnpirasi banyak orang, terutama anak-anak. Contohnya Laskar Pelangi dan Denias yang berhasil menuturkan pesan-pesan semangat belajar, kegigihan dan persahabatan. Film tersebut bahkan bisa mengangkat pamor lokasi pengambilan gambar.

Oleh karena itu, Reni menggagas Festival Film Anak-anak Dunia. Ia merangkul Institut Kesenian Jakarta sebagai lembaga yang sudah tidak diragukan lagi dalam membuat film. Reni berharap festival tersebut dapat memberi kesempatan pada orang tua, pendidik dan anak menikmati film yang bernuansa pendidikan karakter. “Saya berharap kegiatan semacam ini dapat diselenggarakan di berbagai provinsi,” ucapnya dihadapan Rektor IKJ dan sejumlah sineas.

Reni juga menaruh asa agar festival yang ia gagas tersebut, dapat memotivasi sineas muda untuk terus berkarya dan mencipta film-film bertemakan PAUD. “Pengembangan karakter anak adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk para sineas,” ucapnya. (Yohan Rubiyantoro/HK)

Semua Berita