Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Ayo Mahasiswa, Jadi Guru PAUD!

Ayo Mahasiswa, Jadi Guru PAUD!
Direktur Pembinaan PAUD Ditjen PAUDNI Erman Syamsuddin (tengah) berfoto bersama usai menjadi narasumber pada Talkshow Hari Aksara Internasional ke-47 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (15/9)Direktur Pembinaan PAUD Ditjen PAUDNI Erman Syamsuddin (tengah) berfoto bersama usai menjadi narasumber pada Talkshow Hari Aksara Internasional ke-47 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (15/9)

16 September 2012 00:00:00

PALANGKARAYA. Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Erman Syamduddin mengajak mahasiswa menjadi guru PAUD dalam program Pendamping PAUD. Program ini merupakan bagian dari strategi Paudisasi dalam mencapai angka partisipasi kasar (APK) PAUD 75 persen tahun 2015.

“Selagi menulis skripsi misalnya, dalam masa 3-4 bulan itu mahasiswa bisa mengajar PAUD. Orang tua akan senang bila anak-anak usia dini mereka diajar oleh para pemuda,” kata Erman dalam Talkshow Hari Aksara Internasional (HAI) ke-47 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (15/9).

Erman mengusulkan program ini menjadi bagian dari kuliah kerja nyata (KKN) tematik, yang bernilai angka kredit bagi mahasiswa. Dengan ini, tidak harus berjurusan PAUD, mahasiswa dari bidang pendidikan apa pun bisa memberikan sumbangsih bagi kemajuan PAUD.

“Sebagai bantuan, mereka bisa mendapatkan uang transportasi dan honor,” kata Erman.

Menurut Erman, program ini mirip dengan Indonesia Mengajar yang dikenal menyalurkan lulusan-lusan baru sarjana untuk mengajar. Bedanya, program Pendamping PAUD tidak mengirimkan para “pendidik muda” ini ke daerah-daerah terpencil, tapi mendorong mereka untuk mengajar di kampung halamannya masing-masing. Jika di tempat asal mereka belum ada PAUD, mereka bisa merintis PAUD baru.

Dengan program ini, kata Erman, layanan PAUD akan lebih tersebar. Satu desa satu PAUD pun akan  cepat dicapai, sehingga mempercepat perluasan layanan dalam mengejar APK PAUD 75 persen pada tahun 2015. (Dina Julita/HK)

Semua Berita