Ditjen PAUD-Dikmas

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Jadikan Data Empiris Sebagai Pijakan Mengembangkan Program

Jadikan Data Empiris Sebagai Pijakan Mengembangkan Program
Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Hamonangan Ritonga M. Sc memberikan lecture series tentang Pendataan Pendidikan. (Dok. Teguh Susanto/HK)Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Hamonangan Ritonga M.Sc memberikan lecture series tentang Pendataan Pendidikan. (Dok. Teguh Susanto/HK)

05 September 2012 00:00:00

JAKARTA. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psi menekankan tentang pentingnya data empiris sebagai pijakan dalam menelurkan program dan kebijakan. Data yang akurat dapat menjadi modal kuat dalam mengembangkan program PAUDNI.  

Hal tersebut disampaikan Dirjen PAUDNI saat membuka Lecture Series di ruang sidang Ditjen PAUDNI, Rabu (5/9). Sesi tersebut menghadirkan Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Hamonangan Ritonga M.Sc sebagai narasumber. Praktisi statistik sejak 1980 tersebut mengangkat tema tentang Pendataan Pendidikan.

Hamonangan menjelaskan data statistik sangat berguna sebagai landasan perencanaan pembangunan. Ia menilai kementerian lembaga sudah kian sadar tentang pentingnya pendataan. “Sebagian besar lembaga sudah mulai statistical minded,”ucapnya.

Pada kegiatan tersebut, Hamonangan mendorong agar Ditjen PAUDNI melakukan pemutakhiran data. Sejumlah data pokok yang terkait dengan program PAUDNI telah tersedia di BPS, antara lain anak didik PAUD, kemampuan baca tulis masyarakat, dan biaya kursus. “BPS memiliki data by name by address, tetapi kami tidak boleh publikasikan. Kementerian teknis yang dapat memublikasikannya setelah dilakukan pemutakhiran,” urai Hamonangan.

Peserta Antusias

Para peserta sangat antusias mengikuti Lecture Series dari Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS. Acara yang dibuka pukul 13.30 WIB tersebut baru berakhir pukul 15.30 WIB. Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PAUD, Dr. Sukiman menilai materi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk pemutakhiran data.

Pada kesempatan tersebut, Hamonangan juga memberikan langkah mengemas data menjadi kebijakan publik. Pertama, lakukan analisis situasi berdasarkan data. Selanjutnya tentukan prioritas program dari data tersebut. “Analisis situasi ini penting, jangan sampai membangun lembaga PAUD di wilayah yang tidak ada anak didiknya,” ucapnya mengingatkan.  (Yohan Rubiyantoro/HK)

Semua Berita