Ditjen PAUD-Dikmas

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Laman PAUDNI Harus Mutakhir dan Terkini

Laman PAUDNI Harus Mutakhir dan Terkini
Dirjen PAUDNI Prof. Dr Lydia Freyani Hawadi Psikolog, didampingi Kabag Hukum dan Kepegawaian Ir. Agus Pranoto Basuki. M.Pd sedang mencermati tampilan laman Direktorat PPTK PAUDNI yang ditunjukan oleh penata laman tersebut melalui monitor layar sentuh. (Foto: Husnul Farizi)

30 Juli 2012 00:00:00

JAKARTA. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psi meminta agar laman setiap direktorat menyajikan informasi yang mutakhir dan terkini. Sebab, laman tersebut merupakan jendela bagi masyarakat dalam melihat kegiatan Ditjen PAUDNI.

Hal tersebut disampaikan Dirjen PAUDNI saat memimpin rapat tentang pemutakhiran laman di ruang sidang Ditjen PAUDNI, Senin (30/7). “Saat ini zamannya transparansi, masyarakat butuh banyak informasi tentang PAUDNI. Ini wajib kita sediakan,” tegasnya.

Dalam rapat yang dihadiri oleh penata laman dari seluruh direktorat dan sekretariat itu, Dirjen memaparkan sejumlah informasi yang wajib tersaji. Antara lain, berita kegiatan tiap subdirektorat, informasi penyaluran bantuan, daftar mitra, layanan perizinan, DIPA Satker, Produk hukum, daya serap, dan kegiatan lain yang terkait dengan tugas masing-masing satker.

Standarisasi Laman

Dalam rapat yang turut dihadiri oleh Sesditjen PAUDNI Dr. Gutama dan Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian Ir. Agus Pranoto Basuki M.Pd tersebut, Dirjen PAUDNI meminta agar direktorat dan sekretariat memiliki standarisasi tampilan laman. “Sering-seringlah menyambangi laman kementerian lain untuk perbandingan,” ucapnya.

Dirjen PAUDNI juga mengingatkan agar tiap pimpinan direktorat mengawasi pemutakhiran laman masing-masing. Selain itu, permohonan informasi yang diminta oleh masyarakat melalui laman harus segera direspon. “Tiga bulan lagi seluruh laman PAUDNI harus lebih mutakhir dan terkini,” ucap Prof. Reni. (Yohan Rubiyantoro/HK)

Semua Berita