Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Dirjen PAUDNI Ajak BUMN dan Swasta Berperan Serta

Dirjen PAUDNI Ajak BUMN dan Swasta Berperan Serta
Dirjen PAUDNI (tengah) saat berkunjung ke Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Beliau mengunjungi provinsi tersebut dalam rangka penandatanganan kerja sama program PAUDNI dengan PT Newmont Nusa Tenggara.

18 Juli 2012 00:00:00

JAKARTA. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psi, mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta untuk berperan serta membangun PAUD. Sebab, masih ada sekitar 19,7 juta anak yang belum terlayani.

Dirjen PAUDNI  yang kerap disapa Ibu Reni, menuturkan Ditjen PAUDNI tidak bisa seorang diri dalam mengembangkan program PAUD. Sebab, populasi anak usia dini saat ini mencapai lebih dari 30,1 juta jiwa. “Kita butuh peran serta masyarakat, BUMN dan perusahaan swasta karena PAUD merupakan pondasi tumbuh kembang anak,” ucapnya saat memimpin rapat tentang program CSR di bidang PAUD, Rabu (18/7).

Ibu Reni berharap perusahaan swasta dan BUMN melalui program CSR dapat menggulirkan bantuan kepada lembaga PAUD. Misalnya berupa bantuan renovasi ruang bermain, alat permainan edukatif, kegiatan operasional manajemen, dan pelatihan/magang bagi para guru PAUD. “Pendidikan anak usia dini sangat penting, karena disinilah letak masa keemasan anak,” ujarnya mengingatkan.

Replikasi Program Bank Dunia

Dirjen PAUDNI menuturkan, perusahaan swasta maupun BUMN dapat mereplikasi program Pembinaan PAUD yang telah digelar oleh Ditjen PAUDNI bekerja sama dengan Bank Dunia dan Pemerintah Belanda. Program yang dimulai sejak 2006 tersebut dilaksanakan di 21 provinsi dan 50 kabupaten. “Program tersebut telah dilaksanakan di 60 desa untuk tiap kabupaten. Tetapi, masih terdapat sejumlah desa yang belum disentuh,” ucap Ibu Reni.

Selain mengembangkan lembaga PAUD di 50 kabupaten itu, program Pembinaan PAUD juga terus meningkatkan kompetensi pendidik. Program yang menelan dana US$ 127,74 juta tersebut juga menghasilkan pelatih PAUD nasional sebanyak 32 orang, atau National Early Childhood Specialist Team (NEST), serta 189 pelatih PAUD di tingkat provinsi.

Saat ini, sejumlah perusahaan yang telah menggelar program CSR di bidang PAUD antara lain PT Astra Internasional Tbk, Bank Mandiri, Pertamina, Lippo Group, SCTV, Sari Husada, Bakrieland Development, dan lain-lain.   (Yohan Rubiyantoro/HK)

Semua Berita