Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Anak Usia Dini, Aset Paling Berharga

Anak Usia Dini, Aset Paling Berharga
JAKARTA. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog menegaskan anak usia dini adalah aset paling berharga yang dimiliki sebuah negara.

06 November 2012 00:00:00

JAKARTA. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog menegaskan anak usia dini adalah aset paling berharga yang dimiliki sebuah negara. Oleh karena itu menjadi kewajiban semua pihak baik keluarga, masyarakat, maupun  negara untuk memberikan dukungannya terhadap tumbuh kembang anak.

“Terutama sejak usia lahir hingga enam tahun, bahkan setelahnya,” katanya saat membuka konferensi internasional tentang PAUD yang diselenggarakan atas kerja sama antara Bank Dunia, ARNEC (Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood), dan Koalisi Nasional PAUDNI di Hotel Sultan, kemarin.

Dalam pertemuan yang dihadiri pakar pendidikan dari beberapa negara itu, Guru Besar Psikologi Anak Universitas Indonesia tersebut menambahkan, karena begitu pentingnya perkembangan anak usia dini ini maka pemerintah Indonesia menjadikan PAUD salah satu topik utama dalam pembangunan.

“Saya berharap dalam pertemuan ini para peserta dapat berbagi pengalaman sekaligus dapat memberikan akses pendidikan dan pengembangan anak usia dini,” tambahnya.

Selain itu, Reni Akbar-Hawadi, begitu sapaan akrab Dirjen PAUDNI, menganggap konferensi internasional ini bisa dijadikan ajang untuk saling berbagi informasi mengenai kebijakan, hasil penelitian, dan juga inisiatif lainnya dalam pengembangan  anak usia dini yang begitu beragam baik dari segi keilmuan maupun geografis. (Sugito/HK)

Semua Berita