Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Dirjen PAUDNI: Perlu Mencari Tahu Dampak Program

Dirjen PAUDNI: Perlu Mencari Tahu Dampak Program
Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog saaat memberikan arahan kepada peserta Workshop Pemantapan dan Persiapan Pelaksanaan RKA KL di Hotel Aston Cengkareng 4/11/2012. (Dok. Teguh Susanto/HK)

05 November 2012 00:00:00

JAKARTA. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog meminta agar semua komponen PAUDNI mau melakukan uji publik tentang dampak program yang dilakukan.

“Selama ini kita hanya piawai dalam menggelontorkan dana bantuan, tapi tidak dalam mencari dampaknya,” katanya di depan para peserta Workshop Pemantapan dan Persiapan Pelaksanaan RKA-KL di Hotel Aston Cengkareng, Jakarta, Minggu (4/11).

Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia ini menyatakan jangan sampai pemerintah hanya mengejar daya serap, tapi tidak melakukan penelitian apakah dampak program tersebut berguna bagi masyarakat atau tidak.

“Apakah program itu tepat sasaran dan berdampak terhadap pengetahuan masyarakat, kita harus mencari tahu terlebih dahulu,” kata Reni Akbar-Hawadi, panggilan akrab Lydia.

TBM di rumah sakit

Dia mencontohkan, pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal PAUDNI telah memberikan bantuan pendirian TBM di RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta, salah satu RS di Bima, di Sumbar, dan Palu. Tujuannya, untuk memberikan pelayanan pendidikan melalui membaca bagi pasien yang diopname. “Apalagi banyak anak yang tengah diopname akibat penyakit kronis yang diderita,” ujar Reni.

Selama di rumah sakit, tambah Reni, anak-anak juga punya hak untuk mendapatkan pendidikan. Dengan TBM mereka bisa memanfaatkan tempat itu sebagai sarana belajar. Tidak hanya untuk anak, TBM juga bisa dimanfaatkan bagi orang tua yang tengah mendampingi anaknnya.

“Mereka bisa memanfaatkan TBM ini untuk mengetahui akibat dan solusi penyakit yang tengah diderita anaknya. Artinya TBM itu membawa dampak yang baik buat pasien dan pendamping di rumah sakit,” katanya.

Untuk itu, Dirjen PAUDNI juga berharap agar para kepala dinas di kabupaten dan kota mau membangun TBM di rumah sakit di daerahnya, karena akan membawa dampak yang baik terutama dalam hal meningkatkan minat baca masyarakat.  (Sugito/HK)

Semua Berita