Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Program PAUDNI di Banten Sudah Melampaui Target

Program PAUDNI di Banten Sudah Melampaui Target
Dirjen PAUDNI bersama Anak Suku Baduy Luar dalam peninjauan perkembangan PAUDNI di Banten, Sabtu (7/7). Pada kunjungan tersebut Dirjen PAUDNI berdiskusi dengan tokoh adat Abah Jaro mengenai penyelenggaraan PAUDNI bagi warga setempat.

16 Juli 2012 00:00:00

BANTEN. Program Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) di provinsi Banten sudah melampaui target. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan PAUDNI Jayagiri Bandung, Ir. Djajeng Baskoro M.Pd saat mendampingi Direktur Jenderal Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog mengunjungi masyarakat Badui.

Pusat Pengembangan PAUDNI memiliki sejumlah wilayah kerja, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Bengkulu dan Bangka Belitung. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PAUDNI tersebut telah mengembangkan sejumlah program dan model pendidikan, serta menjalin koordinasi yang erat dengan dinas pendidikan di daerah.

“Di Banten kini sudah berdiri lebih dari 100 Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan 300 lebih Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Ini sudah melampaui target kami,” ucap Bapak Djajeng.

Ingin Ada PAUD Terpadu

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog menginginkan agar masyarakat Badui memiliki lembaga PAUD terpadu. Sehingga para orangtua dapat mengikutsertakan putra-putri mereka mulai dari Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain, hingga Taman Kanak-kanak.

“Saya harap agar pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak membantu masyarakat Badui membuat proposal untuk itu,” ujar Ibu Reni, sapaan Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog. Ibu Reni menekankan, agar pengembangan PAUD dan pendidikan nonformal di Badui tidak mengganggu kearifan lokal dan budaya masyarakat Badui. (Rosmini/Yohan/HK)

Semua Berita