Ditjen PAUD-Dikmas

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Dua Tahun Tuntas Satu Desa Satu PAUD

Dua Tahun Tuntas Satu Desa Satu PAUD
Dirjen PAUDNI mengajak anak didik PAUD bermain sambil belajar di Sambas. Pada pertemuan tingkat Menteri Pendidikan se ASEAN di Yogyakarta, Dirjen PAUDNI berkomitmen untuk menuntaskan target satu desa satu PAUD dalam waktu dua tahun.

08 Juli 2012 00:00:00

YOGYAKARTA. Perkembangan dan persebaran lembaga PAUD di Indonesia dirasa belum merata. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal akan menggenjot Program Satu Desa Satu PAUD dalam waktu dua tahun.

Demikian dinyatakan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Informal (PAUDNI) Prof.Dr.Lydia Freyani Hawadi atau lebih akrab dipanggil Reni Akbar Hawadi di sela-sela East Asia Summit (EAS) Education Minister Meeting (EMM) dan 7th ASEAN Education Ministers Meeting (ASED),di Yogyakarta, Kamis (5/7)

”Sampai saat ini baru sepuluh provinsi yang sudah memiliki PAUD di tiap desa. Masih ada sekitar 15.000 desa di Indonesia yang belum memiliki PAUD. Dalam dua tahun kami akan kejar untuk tuntas satu desa satu PAUD,” ujar Reni.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) PAUD. Pada 2014 mendatang, APK PAUD ditargetkan mencapai angka 75 persen. Sementara itu, sampai saat ini APK PAUD baru sekitar 34 persen.

Reni menyuarakan, pemerintah daerah juga perlu untuk turut serta dalam mengembangkan pertumbuhan lembaga PAUD. Sebab, untuk mencapai target tersebut bukanlah sesuatu yang mudah.

”Kalau misalnya kepala daerah tidak memiliki visi tentang pendidikan, di situlah letak kehancurannya. Untuk itu, kami mendorong bupati dan wali kota untuk membantu pengembangan PAUD,” ujarnya.

Meski tengah menggenjot jumlah PAUD, Reni menegaskan standar mutu dan kapasitas PAUD tidak boleh dikesampingkan.

”Karena itu, kelak harus ada akreditasi lembaga. Namun tahun ini dan tahun depan belum dapat dilaksanakan, mungkin baru akan dimulai 2014,” tuturnya. (Rini/HK)

 
Semua Berita