Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

PAUD Bentuk Masyarakat Antikorupsi

PAUD Bentuk Masyarakat Antikorupsi
Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan wahana yang tepat dalam memberikan pendidikan antikorupsi.

21 Februari 2012 00:00:00

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan wahana yang tepat dalam memberikan pendidikan antikorupsi. Seseorang yang dididik dengan baik sejak dini tidak akan tumbuh menjadi seorang koruptor. Demikian dinyatakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Haryono Umar dalam Rapat Koordinasi Nasional Ditjen PAUDNI di Bandung, Senin (13/2).

“Harus diakui, ada yang keliru dalam pendidikan selama ini. Akibatnya, korupsi menjadi sesuatu yang lumrah,” ujar Haryono.

Ia mencontohkan, sejak kecil banyak anak didongengi “kancil mencuri mentimun”, atau tema kancil cerdik lain dalam mengelabui. Di bangku sekolah, anak mengenal istilah “posisi menentukan kesuksesan”, yang mengacu posisi duduk yang aman untuk menyontek saat ujian. Ketika tumbuh dewasa, ia belajar untuk menyelesaikan sesuatu dengan uang. Seperti saat “berdamai” dengan polisi ketika hendak ditilang.

“Ada seorang teman saya, asal luar negeri, kebingungan ketika mendengar pernyataan, “bila ditilang, ambil saja jalan damai”. Itu karena tidak ada di dalam mindset-nya untuk menyuap. Pendidikan yang ia peroleh tidak membentuk mindset seperti itu,” ujar mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Oleh karena itu, ia menyambut baik gerakan Paudisasi yang semakin gencar. Ia berharap, masyarakat tanpa mindset korupsi bisa tercipta.

Terkait pendidikan sangat penting dalam membentuk sikap antikorupsi, maka sepatutnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjadi instansi pemerintah yang paling bersih. Haryono mengajak semua jajaran di Kemdikbud dapat mewujudkan itu, sehingga menjadi tolok ukur instansi pemerintah lainnya. (Dina/Humpeg)

Semua Berita