Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Hari Aksara Internasional (HAI) 2017 Menjadi Momentum Peningkatan Berbagai Program Dan Kebijakan Penuntasan Buta Aksara.

Hari Aksara Internasional (HAI) 2017 Menjadi Momentum Peningkatan Berbagai Program Dan Kebijakan Penuntasan Buta Aksara.
Sesditjen PAUD dan Dikmas bersama Pejabat Kab. Kuningan Meresmikan HAI 2017

08 September 2017 06:35:42

Kuningan, PAUD dan Dikmas - "Alhamdulillah, Indonesia berhasil menuntaskan buta aksara dalam sepuluh tahun terakhir ini. Sekarang tercatat tinggal 3 juta lagi masyarakat yang buta aksara yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Sekretaris Ditjen PAUD dan Dikmas, Dr. Wartanto. Wartanto memaparkan selama periode 2014 hingga 2016, berdasarkan data hasil survei sosial ekonomi nasional pada bulan Maret tahun 2016 (Susenas), yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, angka tuna aksara usia 15-59 tahun secara nasional sebesar 2,07% (3.416.693 jiwa). Jika dilihat dari perbedaan gender, tampak bahwa perempuan memiliki angka tuna aksara lebih besar dibandingkan dengan laki-laki sekira 1.157.703 jiwa laki-laki, dan perempuan 2.258.990 jiwa. "Persoalan melek aksara bukan hanya menjadi program Pemerintah Indonesia. Tetapi telah menjadi program dan komitmen masyarakat global. Melalui berbagai program dan kebijakan khususnya Ditjen PAUD dan Dikmas serta seluruh pemerintah daerah kami berupaya untuk menekan dan menuntaskan buta aksara," papar Wartanto. Seperti diketahui, setiap tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Aksara Internasional (HAI), dimana pada 52 tahun lalu tepatnya pada 8 September 1965 seluruh negara yang menjadi anggota UNESCO (lembaga PBB bidang Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan) bertekad untuk memerangi buta aksara di seluruh dunia. Puncak peringatan Hari Aksara Internasional untuk tingkat nasional Indonesia akan digelar pada 8 September di Kuningan, Jawa Barat. Akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendi. Rencananya Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani berkenan hadir dan akan meresmikan agenda HAI ke 52 ini. Beberapa agenda sudah disiapkan sebagai rangkaian peringatan Hari Aksara Internasional, misalnya Festival Budaya Baca, dan ''Bengkel Literasi'', yaitu workshop dengan mengundang komunitas literasi dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Kegiatan lainnya yang digelar sebelum acara puncak di antaranya adalah: Talkshow Upaya Percepatan Penuntasan Tuna Aksara di Indonesia, Rakor Evaluasi Capaian Program Pendidikan Keaksaraan Tahun 2017, Festival Literasi Dalam Rangka Gerakan Indonesia Membaca (GIM), dan Pameran Produk Unggulan PKBM dan Satuan Pendidikan Nonformal lainnya.(Tim Warta/ARF/KS)Semua Berita