Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

PAUD Universal untuk Masa Depan Anak Lebih Baik

PAUD Universal untuk Masa Depan Anak Lebih Baik
PAUD Universal

07 Desember 2017 12:03:21

Jakarta, PAUD dan Dikmas - Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud menutup rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2017 menggelar acara Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pemberian penghargaan Anugerah PAUD Tingkat Nasional tahun 2017 yang diberikan oleh Ibu Negara, Iriana Joko Widodo. Kegiatan dilaksanakan di Kota Tangerang, Banten bertepatan dengan peringatan Hari Anak Internasional yang jatuh pada tanggal 20 November 2017. Acara Semiloka Nasional digelar di Gedung Ahlakul Karimah, Minggu, 19 November 2017 mengambil tema PAUD Berkualitas Universal untuk Masa Depan Bangsa. “Acara seminar akan diikuti oleh 400 guru PAUD terpilih dari seluruh Indonesia. Pembicara yang tampil sejumlah Bupati dan Walikota yang akan berbagi pengalaman terkait komitmen daerahnya yang menjadi pembelajaran terpetik dari sukses pelaksanaan program PAUD yang mereka laksanakan,” ujar Direktur Pembinaan Anak Usia Dini, Ella Yulaelawati kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (18/11). Sesi pertama seminar mengambil Status terkini dan strategi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan PAUD yang akan menghadirkan Bupati Passer, Kalimantan Selatan yang akan menceritakan pelaksanaan PAUD didaerahnya. Kemudian Strategi PAUD Integritas Kabupaten Belu, NTT yang disajikan Bupati Belu, Nusa Tenggara Timur Sesi kedua memilih tema Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam PAUD Berkualitas Universal. Kebijakan Wajib PAUD Pra-SD di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Dan peran pemerintah daerah dalam gerakan PAUD Universal di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Sesi ketiga tentang Pendidikan Yang Berkualitas, berkeadilan dan Inklusif untuk meningkatkan Kemampuan sepanjang Hayat. Tumbuh Kembang dan Layanan PAUD Inklusif Oleh dr. Kresno Mulyadi, Sp.KJ. Faktor-Faktor Penyebab Utama Stunting pada Anak Usia Dini. Oleh : Prof. Dr. Hardiansyah (IPB Bogor) dan Pentingnya Emosi Positif Untuk Kesehatan Jiwa dan Raga Anak Usia Dini disampaikan Dr. Ratna Megawangi. Dijelaskan oleh Ella, tema seminar dan lokakarya nasional ini dipilih karena pemerintah menyadari peningkatan kualitas pengembangan anak usia dini menjadi komitmen dunia. Agenda Perkembangan Anak Usia Dini telah masuk dalam agenda PBB melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDG). Tahun 2030, dunia berkomitmen memastikan semua anak perempuan dan laki-laki memperoleh akses terhadap perkembangan, perawatan, dan pendidikan anak usia dini bermutu atau disebut dengan PAUD Universal. Dengan begitu mereka siap memasuki pendidikan dasar.Pemerintah Indonesia telah mewujudkan komitmen itu melalui Peraturan Presiden (Perpes) No. 59 Tahun 2017. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Ella Yulaelawati mengatakan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. Secara khusus di bidang pendidikan juga ada kesepakatan internasional seperti Deklarasi Pendidikan 2030 di Incheon pada tahun 2015. Dalam kesepakatan itu, para menteri pendidikan di dunia berkomitmen mendorong adanya pendidikan pra-dasar wajib dan bebas biaya minimal satu tahun. Saat ini keikutsertaan anak-anak pada program PAUD meningkat pesat di tingkat Asia dan dunia. Estimasi persentase anak-anak berusia 3-6 tahun pada layanan PAUD di Indonesia sudah mencapai lebih dari 72,35 persen. Sebagian besar mendapatkan layanan PAUD yang berbasis masyarakat lokal di lebih dari 57.526 desa. Dari data tersebut, masih ada sekitar 6.536.229 anak atau sekitar 34,84 persen anak yang belum memperoleh layanan anak usia dini. Dari data desa, masih ada sekitar 23.737 desa yang belum ada layanan pendidikan anak usia dini. Guna memenuhi komitmen pemerintah dalam pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs), pemerintah memandang perlu adanya penyelerasan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. (ARF/KS) Semua Berita