Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

PKBM Dewi Fortuna Klaten Raih Penghargaan Dunia Bidang Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan

PKBM Dewi Fortuna Klaten Raih Penghargaan Dunia Bidang Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kristian Apriyanta, S.Pd, Ketua PKBM Dewi Fortuna, mengenakan blangkon posisi duduk keempat dari kiri, foto bersama Walikota Okayama, para pemenang dan dewan juri Global Prize ESD Okayama Award UNESCO, Jepang 2017

06 Agustus 2018 06:54:07

KLATEN – PAUD dan Dikmas. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dewi Fortuna Klaten pada tahun 2017 ini telah membawa nama baik bangsa Indonesia dengan meraih penghargaan Internasional di Bidang Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan atau Education for Sustainable Development (ESD) Okayama Award UNESCO, Jepang. Penghargaan itu diterima pada 18 - 23 Oktober 2017 lalu.

Penghargaan tersebut sebagai bentuk penghormatan masyarakat dunia terhadap upaya yang telah dilakukan individu, lembaga dan organisasi yang terlibat dalam bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dalam rangka percepatan Program Aksi Global. Kompetisi ini diikuti oleh berbagai negara diseluruh dunia yang kemudian dipilih dan ditetapkan oleh tim penilai yang terdiri dari berbagai unsur dengan memperhatikan pilar pendidikan, pembangunan, berkelanjutan, inovasi dan implementasi universal. Diharapkan program baik yang terpilih dapat menjadi salah satu contoh praktik baik masyarakat dunia untuk mengembangkan program ESD ini diberbagai sektor

Kristian Apriyanta, S.Pd sebagai Ketua PKBM Dewi Fortuna sama sekali tidak menyangka, ketika tiba tiba dirinya ditunjuk oleh Forum Komunikasi PKBM Indonesia di Jogjakarta untuk mewakili Indonesia pada ajang penghargaan dari UNESCO Jepang. Alasannya karena PKBM yang berlokasi di Dukuh Jombor, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan tersebut memiliki unit kegiatan bernama Omah Wayang yang memberikan kontribusi bagi keberhasilan masyarakat dalam upaya mengintegrasikan pendidikan nonformal dengan pelestarian budaya.

“Awalnya saya juga tidak mengetahui, tiba-tiba PKBM Dewi Fortuna ditunjuk mewakili Indonesia oleh Kemendikbud melalui jaringan Forum PKBM. Setelah itu dirinya kemudian melakukan persiapan pada April lalu untuk mengirimkan makalah hingga membuat video yang disebarkan melalui youtube,” kata Pak Kristian Apriyanta mengenang saat ia mengikuti ajang bergengsi dari UNESCO itu, ketika ditemui oleh Tim Warta PAUD dan Dikmas di Klaten, Rabu (1/8/2018).

Demikian Apri menceritakan dengan bangga dan bahagia, karena ternyata apa yang dilakukannya telah mendapat penghargaan dan perhatian masyarakat dunia. 

Dua proyek terpilih pemenang 'Global Prize' ESD Okayama Award 2017 yang dipilih oleh dewan juri diseleksi sebanyak 44 aplikasi dari 29 Negara. Putaran pertama tersaring 11 proyek yang dipilih, kemudian disidangkan dan hasilnya Pada tanggal 11 september 2017 secara resmi diumumkan peraih Pertama adalah Community Learning Center (PKBM) Dewi Fortuna Indonesia dengan judul Pelestarian seni tradisional yang terintegrasi dengan pendidikan, pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat lokal yang berkelanjutan (Conservation of integrated traditional arts education in social and economic empowerment) oleh Kristian Apriyanta, S.Pd  yang mengangkat tentang komitment dan konsistensi program pelestarian dan pengembangan budaya di Klaten tahun 2010 - 2016. Dalam OMAH WAYANG PROJECT.

Peraih penghargaan kedua adalah Pusat Urusan Keahlian, Trivandrum, India, Kongres Balakrishi Shastra Kerala (KBKSC) atau Kongres Ilmu Pertanian Anak-anak Kerala) oleh Dr. C.K.Peethambaran yang mengangkat program keterlibatan anak-anak dalam pertanian desa. Para pemenang diberikan hadiah sebesar 3.000 USD yang diharapkan akan memungkinkan untuk melanjutkan tujuan dengan menawarkan lebih banyak lagi kesempatan cerdas untuk mengatasi tantangan keberlanjutan lokal. dan kami diundang oleh Walikota Okayama untuk menghadiri serangkain kegiatan di beberapa forum Jepang pada tanggal 18 – 23 Oktober 2017 dan upacara penyerahan penghargaan tersebut di Okayama International Center Japan

Ir. Harris Iskandar, Ph.D, Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutan penerimaan tim sebelum keberangkatan ke Jepang di Jakarta menyampaikan bahwa Penghargaan ini membuktikan lagi pada dunia internasional bahwa yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia melalui pendidikan dan kebudayaan untuk masyarakat sadar dan peduli terhadap kemanusiaan dan lingkungan sangat dihargai oleh dunia internasional. Program ESD bukan hal yang baru, masyarakat telah melaksanakan, namun belum terintegrasi antar pilar ESD. Hal ini terjadi karena minimnya kesadaran dan pemahaman dalam melaksanakan kegiatan yang peduli dan berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Beliau berpesan bahwa praktik baik ini harus disebarluaskan kepada masyarakat, Memperluas penyelenggaraan ESD ditingkat local, regional dan nasional, Meningkatkan peran Indonesia untuk berkontribusi sebagai mitra dalam Global Action Program for ESD.

ESD ini diselenggarakan untuk tahun kedua, Okayama City dan Komite Pengarah Penghargaan Okayama ESD di Jepang telah memberi penghargaan kepada proyek dan praktik Pendidikan Berkelanjutan (ESD) yang luar biasa di seluruh dunia. Bertujuan untuk memamerkan, mendukung, dan mempromosikan organisasi yang melaksanakan kegiatan-kegiatan ESD dan program pendidikan yang memberdayakan masyarakat dan kota setempat dalam mendorong perubahan menuju keberlanjutan.

Masao Omori, Walikota Okayama dalam sambutan di acara penganugerahan menyampaikan bahwa Melalui program Pendidikan dan kebudayaan yang dilakukan oleh Dewi Fortuna Community Learning Center on Omah Wayang project adalah sebuah contoh yang mampu membuka cara pandang dunia dan memotivasi banyak pihak yang diharapkan akan memiliki efek peningkatan ekonomi masyarakat berbasis budaya dan potensi local yang berwawasan pelestarian budaya dan lingkungan. (RN/Tim Warta KS)

Semua Berita