Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Kemedikbud Siapkan 4,4 T BOP PAUD

Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Kemedikbud  Siapkan 4,4 T BOP PAUD
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar (darikanan pertama), saat mengunjungi salah satu stand pameran Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Sawangan-Depok. Senin (11/1) Fotographer: Muhamad Husnul Farizi

12 Februari 2019 20:51:28

Sawangan, PAUD dan Dikmas. ‘‘Kami sudah siapkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk PAUD sebesar Rp. 4,4 Triliyun,’’ Ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar, saat meninjau stand pameran Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Tahun 2019. Senin (11/2)

Jadi nantinya setiap anak setiap tahun akan mendapatkan minimal Rp. 600.000,-  dan kami juga menyiapkan BOP fisik, agar jumlah Lembaga PAUD pembina atau percontohan semakin bertambah banyak. Karena jumlah saat ini masih sangat sedikit dan diluar harapan kami, ujar Harris Iskandar menambahkan.

Sedangkan untuk Dikmas, Harris meyampaikan sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 1,05 Triliyun yang didistribusikan ke daerah, untuk membujuk anak-anak usia sekolah yang saat ini tidak bersekolah agar kembali bersekolah. Tahun ini kami menargetkan hampir satu juta anak putus sekolah mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), sehingga setiap Kabupaten/ Kota mendapatkan kuota penerima KIP dan tahun depan kami akan naikkan nilai kuotanya.

Sampai kedepannya tidak ada lagi yang putus sekolah di Kabupaten/ Kota tersebut, atau setidaknya minimal wajib belajar 12 tahun untuk pendidikan formal dan paket C di pendidikan non formal. Serta bagi peserta didik kejar paket, kami wajibkan mereka memiliki ketrampilan kecakapan hidup untuk bekal hidup mereka saat terjun ke masyarakat.

Kami tidak akan rela jika mereka yang mengikuti kejar paket saat lulus nanti menjadi pengangguran, akibat tidak memiliki keahlian ataupun keterampilan, ujar Dirjen PAUD Dan Dikmas menutup pembicaraan. (Tim Warta/MHF/KS)

Semua Berita