Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Zizi Menghipnotis di Panggung Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan

Zizi Menghipnotis di Panggung Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan
Zizi sedang memainkan piano saat tampil dipanggung bincang keluarga di panggung arena pameran Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Tahun 2019. Selasa (12/2).

14 Februari 2019 13:15:00

Sawangan, PAUD dan Dikmas, Kemendikbud. Dituntun seorang pria, bocah perempuan tunanetra berjalan menuju piano yang berada di Panggung Pancasila yang berada di tengah arena Pameran Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (12/2). Di atas panggung yang berada di Pusdiklat Pegawai Kemendikbud, Depok, jari-jari bocah yang akrab disapa Zizi itu menari di atas tuts.

Lagu Falling in Love with You lantas mengalir melalui bibir Zizi sambil memainkan piano. Suaranya yang merdu membuat pengunjung diam menikmati. Apalagi bocah yang terlahir sebagai tunanetra membawakannya penuh penghayatan. 

Zizi Bersama sang ayah, Jafar Sodiq hadir sebagai bintang tamu Bincang Keluarga dengan tema Melejitkan Bakat Remaja Tanpa Narkoba, Selasa (12/2). Talkshow ini merupakan rangkaian kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan persembahan Direktort Pembinaan Pendidikan Keluarga.  

Pemilik nama lengkap Allafta Hirzi Sodiq ini kaya prestasi. Keterbatasan fisik tak menghalanginya untuk mengembangkan bakat.

Prestasi mulai tingkat lokal, nasional hingga internasional telah diraih Zizi. Seperti Piala Emas Asia Art Festival di Young Siaw Singapura (2017), Diamond Award Indonesia National Piano Festival (2017), Juara 1 Nasional Menyanyi FLS2N ABK (2017), Penghargaan Multitalented Difable dari epartemen Kesejarahan RI Kemendikbud (2018), Juara 1 Lomba Literasi (Bercerita) tingkat DKI Jakarta, Penghargaan Keluarga Hebat Direktorat Pembinaan Pembinaan Keluarga Kemendikbud (2018) dan Juara Literasi Nasional (2018).

Padahal kehadiran Zizi yang mengalami keterbatasan sempat membuat terpuruk kedua orangtuanya, Jafar Sodiq dan Nur Afifah. ”Istri saya shock selama tiga tahun ketika dokter memvonis Zizi mengalami tunanetra,” tutur Sodiq dari atas panggung.

Zizi sendiri mengaku sama sekali tidak bisa melihat. ”Awalnya masih terlihat cahaya. Tapi sekarang tidak ada sama sekali.” 

Tapi lambat laun Sodiq dan Nur Afifah menyadari dan menerima kondisi Zizi. Mereka memfasilitasi dengan beberapa alat musik , salah satunya piano.

Zizi bermain alat musik tanpa belajar secara khusus. Ternyata lama-kelamaan Zizi  mampu menguasai.

Untuk menumbuhkan rasa  percaya diri Zizi, Sodiq dan Nur Afifah tidak mengurungnya. Justru sebaliknya, sering mengajak putri mereka berjalan-jelan ke tempat umum. Namun sebelumnya mereka telah menyiapkan mental Zizi bahwa kehadirannya akan memunculkan beragam komentar.   

Hingga pada suatu hari Zizi mendapat kesempatan tampil dalam sebuah kompetisi piano. Bukan sebagai peserta tapi sebagai pengisi acara dan Sodiq pun akhirnya  mengetahui sejauh mana kemampuan putrinya. Ternyata penampilan Zizi menarik perhatian, bahkan mendapatkan beasiswa kursus musik.

Setelah mengetahui potensi bermusik, Sodiq memfasilitasi Zizi yang bercita-cita menjadi dosen musik klasik. Kini sudah 3 tahun Zizi mengikuti les musik piano klasik dan mencapai grade 6.

Tak mudah bagi Zizi yang mengalami tunanetra belajar piano klasik. ”Pada grade 4 ujian teori nilainya dapat 0 (nol). Karena teori musik untuk tunanetra belum ada,” ungkap Sodiq. 

Pada grade 5 Zizi mendapat buku teori. Buku itu lantas dialihkan ke huruf braille.   

”Hasil ujiannya di atas rata-rata. Dan yang  membuat kami makin bersyukur Zizi dianugerahi suara yang bagus,” ujar Sodiq bangga.

Terlebih jika mengingat kondisinya sebagai tunanetra dan keterpurukan Sodiq dan Nur Afifah di awal kelahiran Zizi. Untuk itu, Sodiq berharap para orangtua untuk bisa menerima apapun keadaan putra-putrinya. Lebih penting lagi memfasilitasi agar mereka bisa melanjutkan hidup secara mandiri dan berprestasi. 

Tak hanya dalam musik, Zizi juga telah menyelesaikan belajar membaca Alquran hingga 30 juz. Di atas panggung dia lantas ’membacakan’ surat Al Kafirun. Suara merdu hingga membuat yang mendengarkan merinding dan terpaku.

Zizi juga memamerkan kemampuannya mendongeng sambil diiringi piano. Dia membawakan Asal Mula Danau Toba. 

Menurut Zizi, kunci keberhasilannya adalah semangat pantang menyerah. ”Jangan lupa berdoa agar keinginan kita dikabulkan Allah,” ucapnya. (Tim Warta/ HP/AS/KS)

Semua Berita