Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Presiden Instruksikan Agar PIP Diperluas Hingga Kursus dan Pelatihan

Presiden Instruksikan Agar PIP Diperluas Hingga Kursus dan Pelatihan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (kanan), saat Taklimat Media Kemdikbud tentang RNPK 2019 di Ruang Sidang Pancasila Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemdikbud Sawangan – Jawa Barat. Selasa (12/2), Fotographer : Muhammad Husnul Farizi

15 Februari 2019 10:59:24

Sawangan, PAUD dan Dikmas. “Selasa 12 Febuari 2019 lalu saat mengunjungi Gerai Pameran Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019, Presiden Joko Widodo mengintruksikan kepada saya agar sasaran Program Indonesia Pintar (PIP) diperluas hingga kursus dan pelatihan,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Saat Taklimat Media Kemdikbud tentang RNPK 2019, di Ruang Sidang Pancasila Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemdikbud Sawangan – Jawa Barat. Selasa (12/2)

Disampaikan oleh Mendikbud, hal tersebut disampaikan oleh Presiden ketika mengunjungi salah satu gerai pameran yang menampilkan kursus memasak atau kuliner. Peserta didik lembaga kursus tersebut dilatih selama enam bulan dan dikenakan biaya sebesar 16 juta Rupiah, serta setiap angkatan hanya dilatih hanya sebanyak 15 orang dan peserta didik yang lulus dijamin bekerja.

Menyikapi hal itu Presiden Jokowi bertanya kepada pengelola lembaga tersebut mengapa hanya melatih setiap angkatan 15 orang saja, padahal sebagaimana yang disampaikan pengelola bahwa banyak orang mengantri sebagai peserta didik, karena langsung disalurkan bekerja, ujar Mendikbud menambahkan.

Namun disampaikan oleh pengelola kursus bahwa lembaganya hanya menerima 15 orang setiap angkatan, karena jumlah pelatih yang dimiliki terbatas dan memberikan jaminan pasti bekerja bagi peserta didiknya. Selain berkunjung ke gerai kursus memasak, Presiden juga mengunjungi gerai kursus merias profesional dan mendapatkan informasi yang serupa sebagaimana kursus memasak.

Oleh sebab itu Presiden menyampaikan kepada saya untuk membuat skema baru program indonesia pintar, agar masyarakat tidak terlalu terbebani biaya kursus yang mahal dan lembaga bisa lebih banyak melatih peserta didik, Sehingga dapat memperkuat target pemerintah untuk mempersiapkan tenaga terampil dan terserapnya lapangan pekerjaan, ujar Muhadjir Effendy. (Tim Warta/MHF/AS/KS)

Semua Berita