Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

"Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Membatik Go International"

"Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Membatik Go  International"
ilustrasi peserta didik kursus dan pelatihan membatik sedang berlatih membuat batik, kini Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Membatik Go International. (Foto dokumen istimewa Ditjen PAUD & Dikmas)

08 Maret 2019 11:18:51

Deli Serdang, PAUD dan Dikmas, Kemendikbud . Kini Standar Kompetensi Lulusan (SKL) membatik Go International,” ujar Fitria Yolanda , Kepala Seksi (Kasi) Program Direktorat Pembinaan Pendidikan Kursus dan Pelatihan (Dit. Bindik Suslat), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), saat ditemui Jurnalis Warta PAUD dan Dikmas diruang kerjanya. Rabu (6/3)

"SKL merupakan acuan dalam pengembangan kurikulum dan penilaian hasil pembelajaran, merupakan salah satu dari Standar Nasional Pendidikan SNP). Sampai dengan tahun 2018 telah disusun SKL sebanyak 84 bidang keterampilan yang diselenggarakan oleh masyarakat, kedepannya akan diupayakan terus bertambah seiring dengan perubahan kebutuhan masyarakat akan kompetensi," ujar Kasi Program Dit Bindik Suslat menjelaskan.

Alasan mengapa SKL Membatik merupakan salah satu yang dikembangkan, karena batik merupakan warisan dunia, termasuk benda yang perlu dipelihara dan dilestarikan. Setalah melalui proses yang cukup panjang akhirnya SKL Membatik ini ditetapkan berdasarkan Permendikbud No. 27 Tahun 2017 , pungkas Fitria.

Dit Bindik Suslat berupaya agar SKL Membatik ini mendunia, maka tanggal 1 – 3 Maret 2019 dilaksanakan "Forum on the next generation of entrepreneurs and appreciation of UNESCO world heritage in Indonesia, di Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia di Deli Serdang Sumatera Utara yang dibuka oleh Istri Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Ibu Sri Ayu Mihari.

Rangkaian acara publikasi meliputi: workshop, pameran, uji kompetensi, dan launching standar kompetensi membatik oleh UNESCO.

Harapannya SKL yang dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan dapat menjadi Standar international, pungkas Fitri menutup percakapan". (Tim Warta/KS)

Semua Berita