Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Ratna Megawangi : Pendidikan Karakter Kunci Kemajuan Bangsa

Ratna Megawangi : Pendidikan Karakter Kunci Kemajuan Bangsa

04 April 2019 11:20:31

Jakarta, PAUD dan Dikmas. Pendiri Indonesia Heritage Foundation (IHF) Ratna Megawangi mengatakan, karakter merupakan kunci kemajuan bangsa yang harus dibangun sejak anak usia dini, sehingga dapat melahirkan generasi yang baik dan unggul.

“Karakter adalah yang menentukan nasib seluruh bangsa, karakter baik nasib sebuah bangsa pun juga akan menjadi baik,” kata Ketua Organisasi Istri Kabinet Kerja (OASE) Ratna Megawangi pada Sosialisasi dan Harmonisasi Bunda Paud di Jakarta, Senin (1/4).

“Pendidikan di Indonesia tidak hanya pada pendidikan akademik saja, namun juga harus lebih memprioritaskan pendidikan karakter, agar meminimalisir kejahatan, kenakalan dan pergaulan bebas pada generasi muda saat ini,” katanya.

Ratna menjelaskan, emosi negatif sangat berpengaruh besar terhadap karakter dan perkembangan anak, emosi negatif juga dapat merusak struktur otak anak yang tumbuh pesat.

“Jika emosi negatif ini tidak kita hilangkan pada diri anak, pengetahuan tentang moral sebanyak apapun tidak dapat menjadikan manusia berkarakter atau berakhlak mulia,” katanya.

Solusi yang efektif dengan mengubah cara didik pola asuh pada anak dengan menciptakan emosi positif dari keluarga, sekolah dan lingkungan dengan menimbulkan rasa cinta, kasih, sayang, aman, dihargai, semangat, dan bahagia merupakan kunci jiwa sehat akhlak mulia berkarakter.

Ditambahkan pernahkah kita bertanya mengapa di negara tercinta ini yang manusianya telah dipersiapkan untuk mempunyai moral tinggi, yaitu dengan mewajibkan seluruh jenjang pendidikan untuk memberikan mata Pelajaran Agama, dan Pendidikan Moral Pancasila.

Namun perilaku manusia Indonesia masih belum sesuai dengan prinsip-prinsip moral yang berlaku?, sejak usia dini, bahkan usia TK, anak-anak Indonesia sudah wajib diajarkan agama di sekolah, dan ketika di SD sampai SMA dan Univesitas, wajib mengikuti pelajaran Moral Pancasila dan sejenisnya.

Namun kalau kita lihat perilaku remaja kita yang gemar mencontek, kebiasaan bullying di sekolah, tawuran, termasuk perilaku orang dewasa yang juga senang dengan konflik dan kekerasan (tawuran antar kampung, dan sebagainya), serta perilaku korupsi yang merajalela, ternyata seluruh pengetahuan agama dan moral yang didapatkannya, tidak berdampak terhadap perubahan perilaku manusia Indonesia.

Bahkan yang terlihat adalah begitu banyaknya manusia Indonesia yang tidak konsisten, lain yang dibicarakan, dan lain pula tindakannya. Fakta ini menunjukan bahwa ada kegagalan pada institusi pendidikan kita dalam hal menumbuhkan manusia Indonesia yang berkarakter atau berakhlak mulia.

Karena apa yang diajarkan di sekolah tentang pengetahuan agama dan pendidikan moral Pancasila, belum berhasil membentuk manusia yang berkarakter. Padahal apabila kita tilik isi dari pelajaran agama dan Pancasila, semuanya bagus, dan bahkan kita bisa memahami dan menghafal apa maksudnya.

Dalai Lama mengatakan bahwa untuk menciptakan masyarakat yang penuh kedamaian harus dimulai dari dalam diri setiap individu, yaitu melalui transformasi internal dalam diri setiap insan. (Tim Warta/EB/MHF/KS)

Semua Berita