Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Mendikbud Ajak Insan Pendidikan Kerja Keras Demi Kemajuan Bangsa dan Negara

Mendikbud Ajak Insan Pendidikan Kerja Keras Demi Kemajuan Bangsa dan Negara

12 Juni 2019 09:33:12

Jakarta, PAUD dan Dikmas. Tentu saja dengan mengawali lembaran setelah kita melaksanakan ibadah puasa, setelah kita membakar semua kejelekan-kejelekan dan dosa-dosa kita, kita akan bekerja lebih keras untuk menyumbangkan semua jerih payah kita demi kemajuan bangsa dan negara, ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat pelaksanaan memberikan sambutan pada Shalat Ied di halaman Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta. Rabu (5/6)

Mendikbud juga mengajak masyarakat berdoa agar Allah SWT memberikan berkah kepada kita semua, kepada bangsa dan negara kita agar negara kita menjadi negara maju, bermartabat, berwibawa di hadapan bangsa-bangsa lain, dan kita berdiri tegak bersama-sama bangsa maju yang lain, ujarnya.

Sementara itu hadir K.H. Jamaluddin F Hasyim atau yang akrab dipanggil Gus Jim menjadi Chatib, dirinya menyampaikan bahwa bulan Ramadhan ini bagaikan kamp pendidikan. “Kalau ASN mungkin mengenalnya sebagai diklat prajabatan. Di sanalah kondite seseorang akan terlihat. Dengan jadwal yang ketat, instruktur yang jelas dan tegas, sistem dan metode yang terukur, maka disanalah orang dilihat apakah layak untuk masuk pada fase selanjutnya.

Namun keberhasilan Ramadhan ini harus diuji lagi, karena sebagaimana diklat prajabatan itu, kualitas seorang pegawai akan terlihat ketika dia masuk ke dalam lingkungan kerja yang sebenarnya,” katanya. Selanjutnya, dijelaskan Ustaz Jamaluddin, manusia sebagai individu harus menjaga agar kehidupan sosial yang sudah baik dapat terus dipelihara.

“Seperti dikemukakan para ulama, kesalehan individu/sosial (akhlak) berarti mengatur kepribadian secara personal dan komunal. Dengan kata lain, akhlak adalah berpolitik dalam lingkup sempit, sedangkan urusan berbangsa dan bernegara berarti akhlak dalam skala besar, meliputi kehidupan berbagsa dan bernegara.

Maka dari itu, bukan kesimpulan yang berlebihan jika momentum Idulfitri dimaksudkan sebagai momentum persatuan bangsa. Momentum ini berarti mengakhiri kebiasaan negatif seperti mengedepankan perbedaan, membesar-besarkan konflik atau sifat-sifat intoleran dan anarkis yang mengemuka dalam masyarakat kita akhir-akhir ini,” tuturnya. (Tim Warta/MHF/AS/KS)

Semua Berita