Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Sesditjen PAUD & Dikmas: “Jangan Padamkan Semangat Anak yang Banyak Bertanya”

Sesditjen PAUD & Dikmas: “Jangan Padamkan Semangat Anak yang Banyak Bertanya”

15 Agustus 2019 19:14:56

PAUD dan Dikmas - Jakarta “Jangan padamkan semangat anak yang banyak bertanya,” ujar Sekertaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Sesditjen PAUD dan Dikmas) Wartanto, saat kegiatan Workshop Penyusunan Pedoman Prasiaga dalam rangka Pengembangan Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini. Senin (12/8)

Menurut beliau setiap anak memiliki bakat masing-masing, namun ada beberapa tanda khusus yang menunjukkan jika seorang terlahir cerdas, salah satunya adalah banyak bertanya. Karena ada keterkaitan antara rasa ingin tahu yang biasa diindikasikan dengan bertanya, terhadap kecerdasan anak.

Pertanyaan yang diajukan oleh seorang anak adalah dorongan rasa ingin tahu untuk menelaah dan memahami sebuah kondisi mengapa sesuatu hal terjadi seperti demikian. Oleh karenanya Sesdijen PAUD dan Dikmas berpesan kepada para peserta yang hadir, “jadilah pendidik dan orang tua yang sabar dan berusaha menerangkan pertanyaan anak dengan benar”.

Membatasi keinginan anak untuk bertanya dan mengetahui banyak hal justru akan menghambat perkembangan kognitif serta motorik anak. Selain itu dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh anak, maka orang tua dan para pendidik dapat mengetahui arah bakat seorang anak, ujarnya menambahkan.

Kedepan dengan adanya Pramuka Prasiaga diharapkan minat dan bakat, serta kemampuan anak-anak usia dini dapat tereksplor melalui kegiatan-kegiatan yang dimiliki. Namun kegiatan atau aktifitas tersebut tentu saja harus disesuaikan dengan usia seorang anak.

Sebagai informasi, jenjang pendidikan kepramukaan terdiri atas jenjang pendidikan siaga, penggalang dan pandega sebagaimana Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2010. Aturan tersebut juga menjelaskan bahwa peserta didik adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia 7 s.d 25 Tahun, sehingga anak usia dini belum masuk jenjang tersebut.

Namun berdasarkan hasil keputusan Munas Gerakan Pramuka 2018 Nomor 07/Munas 2018, tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD dan ADRT) Gerakan Pramuka, menyebutkan bahwa anak-anak yang belum berusia 7 tahun dapat ditampung dalam prasiaga. (Tim Warta/MHF/AS/KS)

Semua Berita