Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Indonesia Jadi Percontohan Pemberantasan Buta Aksara Oleh Unesco

Indonesia Jadi Percontohan Pemberantasan Buta Aksara Oleh Unesco

13 September 2019 10:12:43

Makassar, PAUD dan Dikmas — “United Nations Educational Scientific Cultural Organization (UNESCO) meminta kita berbagi tips dan strategi penuntasan Tuna Aksara, ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar, saat workshop “Pengembangan Mutu Kelembagaan Tahap III”, di Makassar.

UNESCO meminta kita untuk berbagi pengalaman dan strategi, bagi 29 negara anggota Global Alliance for Literacy (GAL) yang merupakan negara berliterasi rendah. Meskipun mengalami keterbatasan anggaran, strategi pemerintah Indonesia dianggap sukses dan berhasil menekan angka tuna aksara, serta dianggap sukses dan berhasil dapat menjadi praktik baik yang dapat dicontoh negara lain, ujar Harris.

Menurut Harris, ada tiga kunci keberhasilan Indonesia dalam memberantas buta aksara hingga berhasil menekan angka tuna aksara, yaitu pertama, pemberantasan buta aksara tidak dianggap sebagai sebuah program yang diinisiasi pemerintah tetapi dikelola sebagai sebuah gerakan nasional. Kedua, komitmen yang tinggi dari pemimpin pemerintahan mulai dari Presiden sampai Kepala Desa dan ketiga memiliki landasan hukum yang kuat.

“Melek aksara bukan saja berbicara tentang calistung, tetapi juga peningkatan kualitas dan taraf hidup masyarakat yang masih hidup diangka garis kemiskinan, ada keterkaitan antara tuna aksara dengan kemiskinan, karena semakin berkualitas taraf hidup masyarakat maka kemiskinan akan semakin cenderung menurun jumlahnya,” pungkas Harris.

Semua Berita