Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Dit. Bindiksuslat Ditjen PAUD dan Dikmas Magangkan 3.010 Orang

Dit. Bindiksuslat Ditjen PAUD dan Dikmas Magangkan 3.010 Orang

13 September 2019 10:24:02

Jakarta, PAUD dan Dikmas – Direktorat Pembinaan Pendidikan Kursus dan Pelatihan (Dit. Bindiksuslat), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sejak tahun 2016 telah magangkan sebanyak 3.010 orang di 228 di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

“Program magang dilaksanakan pertama kali pada tahun 2016, jumlah masyarakat usia produktif dan masih menganggur telah dimagangkan di 228 DUDI sebanyak 3.010 orang pada lebih dari 70 LKP,” ujar M. Nuh Raharjo selaku Kepala Sub Direktorat Program dan Evaluasi (Kasubdit Progrev) Dit. Bindiksuslat, dilansir dari laman kursus.kemdikbud.go.id, Senin (09/9).

Menurut pria yang akrab dipanggil Nuh, program magang sebagai bentuk pembelajaran yang diselenggarakan di LKP dan di DUDI yaitu perusahaan, industri manufaktur, industri jasa, industri rumahan (home industry) atau industri lainnya. Dengan harapan peserta didik dapat diterima sebagai langsung sebagai karyawan di perusahaan tempat magang atau perusahaan lain, atau menjadi mitra bisnis bagi DUDI.

Ditambahkan oleh Nuh, pembelajaran dalam proses magang dirancang bersama oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dengan perusahaan atau tempat magang. Pelaksanaan dilakukan selama 3 hingga 6 bulan dan dibagi dua tahap, yaitu orientasi di LKP dan pelaksanaan magang di DUDI.

Selama peserta didik melaksanakan pemagangan, LKP dan DUDI harus melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala. Uji kompetensi dapat dilakukan oleh DUDI saja atau bersama antara DUDI dan LKP. Kemudian LKP yang dapat menyelenggarakan program magang ini adalah LKP yang berkinerja sangat baik, atau baik (A atau B) dan memiliki perjanjian kerja sama dengan DUDI tempat magang.

LKP penyelenggara harus memiliki kurikulum magang yang disusun bersama antara LKP dan DUDI. Selain itu, instruktur dan pengelola yang kompeten, memiliki sarana dan prasarana yang layak dan sesuai dengan program pembelajaran, memiliki rencana kerja operasional dan jadwal pelaksanaan program magang yang akan dilaksanakan, pungkasnya.

Semua Berita