Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Natuna Menjadi Pionir Program Sekolah Digital Kemdikbud

Natuna Menjadi Pionir Program Sekolah Digital Kemdikbud
Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sedang memberikan bantuan sarana pembelajaran Teknologi Informatika (TIK) kepada perwakilan Siswa & Lembaga dari 25 SD, 9 SMP, 3 SMA & 1 SMK. Termasuk juga Lembaga 14 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 5 Lembaga Kursus & Pelatihan (LKP), 8 Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan 3 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Natuna. Rabu (18/9) (Foto: Dokumentasi Istimewa Ditjen PAUD & Dikmas

19 September 2019 02:22:45

PAUD dan Dikmas - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), meluncurkan Program Sekolah Digital pertamanya di Kabupaten Natuna, Rabu (18/09). Program sekolah digital dimulai di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Selanjutnya akan diterapkan kepada seluruh sekolah di Indonesia. Peluncuran Sekolah Digital ini bertempat di gedung Srindit Ranai Natuna dan diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effedy. Pada acara ini dihadiri pula oleh Bupati Kabupaten Natuna, Abdul Hamid Rizal serta jajarannya serta Pejabat Eselon 1 dan 2 di lingkungan Kemendikbud.

Sekolah Digital merupakan terobosan baru di dunia pendidikan. Program ini memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam berbagai aspek sistem pengajaran. Kelebihan sistem ini adalah mempermudah proses belajar-mengajar karena siswa akan mudah mengakses semua bahan ajar ataupun bahan ujian dari dalam satu jaringan.

Bukan hanya untuk siswa, gurupun memperoleh banyak manfaat dari program Sekolah Digital, karena menjadi semakin kreatif dan inovatif. Misalnya dalam hal pembuatan materi pembelajaran secara digital, guru bisa membuat e-book yang berupa kombinasi teks, gambar, dan video.

Melalui Sekolah Digital itu pula, komunitas guru saling bekerjasama dalam membuat materi pembelajaran secara digital, mengunggah bahan ajar tersebut ke dalam jaringan untuk digunakan bersama serta membuat tes ujian harian dan melaksanakannya secara bersama-sama lintas sekolah dalam jaringan online.

Lebih jauh, sekolah digital ini merupakan implementasi dari new learning, yang disiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Karakteristik new learning di antaranya adalah student centered, multimedia, collaborative work, information exchange, dan critical thinking and informed decision making.

Untuk mendukung sekolah melaksanakan program Sekolah Digital maka Kemendikbud memberikan bantuan sarana pembelajaran TIK berupa PC, laptop, LCD, router, dan eksternal hard disk. Sekolah yang menerima sarana pembelajaran tersebut di Kabupaten Natuna sebanyak 38 unit sekolah formal, terdiri dari 25 SD, 9 SMP, 3 SMA, dan 1 SMK. Sedangkan untuk sekolah nonformal sejumlah 30 unit yang terdiri dari 14 PAUD, 5 LKP, 8 PKBM, dan 3 SKB.

Sedangkan untuk komputer tablet akan diberikan kepada 1.142 siswa, terdiri dari 508 siswa SD, 303 siswa SMP, 228 siswa SMA, dan 103 siswa SMK. Komputer tablet tersebut telah dipasangkan aplikasi rumah belajar yang menyediakan delapan fitur utama, yakni sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofesian berkelanjutan, dan kelas maya. Lebih jauh Mendikbud menegaskan bahwa aplikasi rumah belajar gratis, jadi silahkan gunakan sebaik-baiknya.

Selain program Digitalisasi Sekolah, Kemendikbud juga mencanangkan lima program lain. Program tersebut adalah percepatan pencairan Program Indonesia Pintar (PIP), Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP), seTARA Daring dan E Modul Pendidikan Kesetaraan, serta laman Sahabat Keluarga, dan Bimbingan Calon Fasilitator (BCF) Pendidikan Keluarga dalam Jaringan. (Tim Warta/Gusap/AS/KS)

Semua Berita