Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Mendikbud Kunjungi Siswa Korban Unjuk Rasa 25 September

Mendikbud Kunjungi Siswa Korban Unjuk Rasa 25 September
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sedang menjenguk salah satu siswa korban aksi demonstrasi 25 September silam. (Foto: Dokumentasi BKLM Kemendikbud)

30 September 2019 18:11:23

Jakarta, PAUD dan Dikmas. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mempersingkat kunjungan kerjanya di Mexico, guna mengunjungi beberapa siswa yang menjadi korban dalam unjuk rasa berujung kerusuhan pada tanggal 25 September 2019 lalu di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta, Jum’at (27/9)
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini bertemu dengan AB siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 242 Jakarta dan MFA siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yapimda Jakarta yang menjadi korban luka, serta berdialog untuk menggali lebih dalam mengapa para siswa mengikuti unjuk rasa tersebut.
Berdasarkan pengakuan AB, mereka hanya ikut-ikutan ingin melihat unjuk rasa dan diajak oleh kawan seumurannya yang tidak bersekolah, namun saat ditanya apa alasannya ia mengaku tidak begitu memahami substansi yang dituntut oleh massa. Sedangkan pelajar yang bernama MFA, mengaku bahwa dia dan beberapa temannya mengikuti aksi unjuk rasa karena adanya ajakan di media sosial Instagram (IG).
Dirinya hanya mengetahui bahwa kawan-kawannya mengajak untuk datang ke gedung parlemen dalam rangka deklarasi pelajar se-Jabodetabek, ia dan teman-temannya berangkat ke DPR tanpa seizin dari guru dan orang tua, ujarnya MFA menambahkan.
Menyikapi hal itu Mendikbud menyampaikan pesan agar kedepannya mereka lebih berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi dengan ajakan yang berpotensi membahayakan keselamatan diri. Kepada para orang tua kedua siswa tersebut, juga diingatkan supaya anak-anaknya tidak mudah terhasut ajakan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan menyesatkan. Tak lupa Mendikbud mendoakan mereka agar segera sembuh dan pulih seperti sedia kala serta bisa cepat kembali ke rumah berkumpul dengan keluarganya.
Kepada Guru dan Kepala Sekolah, Muhadjir berpesan untuk mengedepankan pembinaan daripada sanksi. "Pendidikan tidak main sanksi, kalau pemberian sanksi namanya bukan pendidikan," katanya. (Tim Warta/MHF/AS/KS/ Sumber: kemdikbud.go.id)

Semua Berita