Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Ditjen PAUD dan Dikmas Semarakan Kompetisi Permainan Tradisional Di Pekan Kebudayaan Nasional

Ditjen PAUD dan Dikmas Semarakan Kompetisi Permainan Tradisional Di Pekan Kebudayaan Nasional
Tim Kompetisi Permainan Tradsional Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2019 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini & Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) sedang mengabadikan diri sebelum bertanding (Foto; M. Husnul Farizi)

09 Oktober 2019 10:45:02

Jakarta, PAUD dan Dikmas. Pegawai & Pimpinan dilingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikajn Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas), ikut menyemarakkan ragam kompetisi permainan tradisional rakyat saat Pekan Kebudayaan Nasional 2019 Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, di Parkir Selatan Senayan.
Dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Didik Suhardi, acara yang dimulai sejak pagi hari tersebut terdiri dari kompetisi permainan enggrang, gobak sodor, lari balok dan bakiak yang diikuti oleh seluruh unit utama dilingkungan Kemendikbud, sedangkan untuk juri berasal dari Komunitas Olahraga Tradisional Indonsia (KOTI)
Bukan saja peserta yang tampak antusias mengikuti jalannya perlombaan, masyarakat umum yang hadir juga turut serta memberikan semangat kepada para peserta lomba dan ikut pula mencoba berbagai permainan tersebut. Salah satunya Rini yang tinggal didaerah Tanggerang ini sengaja membawa kedua buah hatinya untuk hadir di acara PKN dengan tujuan memperkenalkan permainan tradisional agar anak nya mengetahui permainan tradisional tersebut dan bisa belajar mencintainya.
Kegiatan seperti ini sangat positif dan diharapkan setiap tahunnya diadakan. Sudah lama saya tidak menjumpai permainan seperti ini, semoga anak saya tertarik untuk terus bermain permainan yang menyenangkan dan mengandung nilai-nilai kebersamaan ini, dan harapannya mereka bisa terlepas dari permainan elektronik yang umumnya bersifat inividualis dan berdampak negatif pada anak, katanya. (Tim Warta/MHF/KS/AS/KS)

Semua Berita