Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

PAUD Dikmas Turut Meriahkan SAIK 2019 Di Bangka Belitung

PAUD Dikmas Turut Meriahkan SAIK 2019 Di Bangka Belitung

24 Oktober 2019 10:15:55

PAUD Dikmas, Pangkalpinang - Dukung terwujudnya sinergi Informasi dan komunikasi antar lembaga pemerintah, PAUD Dikmas utus timnya untuk meriahkan acara Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) 2019 yang diselengarakan dari tanggal 23 s.d. 25 Oktober 2019 di Alun-Alun Merdeka Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung.

SAIK 2019 mengusung tema "Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan NKRI Pasca Pemilu 2019" . Peserta SAIK kali ini diikuti oleh 32 lembaga pemerintahan dan kementerian serta 75 peserta dari Diskominfo provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah didampingi oleh Direktur Jenderal Informasi dan Pelayanan Publik Kemenkominfo, Widodo Muktiyo.

SAIK merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo sebagai wadah bagi humas-humas di Indonesia untuk dapat memamerkan hasil kerjanya, bertukar informasi antar mereka, dan juga mensosialisasikan program-program mereka kepada seluruh masyarakat. SAIK pertama kali diadakan di provinsi Jawa Barat pada tahun 2016, berlanjut di provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2017, lalu di Provinsi Banten pada tahun 2018, dan terakhir di Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2019

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dikomandoi oleh Biro Komunikasi Layanan Masyarakat (BKLM), pada SAIK 2019 membawa lima unit utama mereka yaitu: Ditjen PAUD dan Dikmas, Ditjen Dikdasmen, Ditjen GTK, Ditjen Kebudayaan, ditambah Pusbang Film, dan Badan Bahasa. Seksi acara dari Ditjen PAUD dan Dikmas, Agus Saptono menuturkan "dapat menghadirkan seluruh Kementerian dan Lembaga di Indonesia bukanlah hal yang mudah". Dengan pertemuan ini beliau dapat menambah informasi dan jejaring yang bermanfaat untuk kolaborasi dan pengembangan program pada lembaganya dikemudian hari.

Dari sisi masyarakat, menurut Widodo banyak dari mereka yang tidak mengetahui program-program yang telah dikerjakan kementerian dan lembaga. Ketidaktahuan ini dapat memicu stigma negatif dari masyarakat, mereka dapat menjadi skeptis terhadap pemerintah. Maka dengan ini diharapkan mereka tersadar atas apa saja yang telah pemerintah lakukan. Dengan demikian jika masyarakat mengetahui dan mendukung program pemerintah, tentu Indonesia akan menjadi negara yang kuat, tangguh dan maju.(Tim warta/KS/Gusap/AS)

Semua Berita