Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Lima Fokus Kerja di Periode Kedua Presiden Joko Widodo

Lima Fokus Kerja di Periode Kedua Presiden Joko Widodo

31 Oktober 2019 18:20:15

Jakarta, PAUD dan Dikmas. Memasuki periode kedua pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), bersama Wakil Presiden Ma’aruf Amin fokuskan pada lima agenda kerja, pertama: “Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas utama”. Jokowi hendak SDM yang dinamis, pekerja keras, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta akan mengundang talenta-talenta global untuk bekerja sama.
Untuk membangun SDM menurut Presiden tidak bisa dengan cara-cara lama, namun cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu dana abadi (endowment fund) yang besar untuk manajemen SDM kita. Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri juga diperlukan ujar Joko Widodo.
Fokus agenda kerja yang kedua adalah “Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur”. Menurut Presiden infrastruktur tersebut akan menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, serta mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.
Fokus ketiga, “Penyederhanaan dan Pemangkasan Segala Bentuk Regulasi”. Pemerintah akan mengajak DPR untuk bias bisa menerbitkan 2 Undang-Undang (UU, yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan Usaha Menengah dan Kecil Masyarakat (UMKM).
Fokus Keempat, “Penyederhanaan birokrasi terus dilakukan secara besar-besaran”. Tak hanya itu, investasi untuk penciptaan lapangan kerja juga harus diprioritaskan disamping memangkas prosedur dan birokrasi yang panjang.
Terkait penyederhanaan birokrasi, Kepala Negara berpandangan bahwa eselonisasi harus disederhanakan dan diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian dan kompetensi.
Dan fokus yang terakhir atau kelima adalah “Transformasi Ekonomi”. Menurut Presiden, Indonesia harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (Tim Warta/AS/MHF/KS)

Semua Berita